Fokus adalah kunci utama dalam melakukan suatu aktivitas. Tapi tidak jarang fokus menghilang begitu saja di tengah aktivitas yang sedang kita lakukan. Tanpa kita sadari, tingginya stressor yang menyerang tubuh kita adalah penyebab utamanya. Isi kepala yang overload, gaduh, stres, membuat suasana hati tidak karuan dan fokus sulit untuk dipusatkan. Oleh karena itu, kita harus mengenali tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa kita sedang stres. Stres merupakan chaotic yang terjadi pada tubuh karena adanya tekanan atau ancaman bahaya. Berikut beberapa tanda stres yang pernah aku temui pada orang sekitar dan pada diriku sendiri :
Kehilangan Fokus
Orang-orang yang sedang mengalami stres cenderung sulit berkonsentrasi, karena fokus terpecah pada banyak hal yang menumpuk di kepala. Otak yang tidak selaras dengan raga sering terjadi. Otak memerintahkan untuk menulis kata "bermanfaat", tangan menuliskan kata "andaikan", otak memerintahkan untuk berbicara "maaf", mulut mengeluarkan kata "terima kasih". Hayo, apakah kamu pernah mengalami ini karena kepala terasa sangat penuh dan hampir meledak? Selain itu, hilangnya fokus juga menyebabkan kinerja seseorang menurun. Menjadi lamban dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Sangat mengganggu, bukan?
Emosi Tidak Stabil
Kondisi chaos dalam tubuh membuat emosi kita tidak stabil. Sangat sensitif jika tersentuh secara emosional. Mudah marah, mudah tersinggung dan mudah sedih. Mungkin teman-teman lebih akrab dengan istilah mood swing. Hal ini kerap mengganggu aktivitas dan hubungan kita dengan orang sekitar.
Kualitas Tidur Menurun
Jika kepala sedang terasa penuh biasanya akan sulit untuk memejamkan mata. Tidur menjadi tidak nyenyak, atau gelisah dalam tidur. Jika hal ini terjadi, kita tidak akan merasa segar, bahkan ketika bangun dari tidur. Bangun tidur kembali berjumpa dengan lelah dan merasa perlu istirahat.
Kehilangan Semangat
Kualitas tidur yang buruk juga dapat berimbas pada semangat kita untuk melakukan aktivitas. Merasa perlu istirahat lagi dan lagi. Tidak ada semangat untuk bangun dan memulai aktivitas, tidak antusias untuk bertemu dengan banyak hal. Hilangnya semangat tentu juga berakibat pada menurunnya kinerja kita.
Nafsu Makan Berubah Ekstrem
Ketika sedang stres nafsu makan kita bisa saja hilang, atau jutsru meningkat tajam. Tidak merasa lapar seharian, atau justru merasa lapar beberapa saat setelah makan. Jika ini terjadi, jangan biarkan stres mengambil kendali yaaaa, Kedemoy. kita tetap harus mengendalikan pola makan dengan baik, walaupun terasa sulit.
Nah, itu adalah 5 gejala yang dapat mengindikasikan bahwa kita sedang tidak baik-baik saja. Jika menjumpai gelaja-gejala di atas terjadi pada tubuhmu, kamu harus megidentifikasi dirimu sendiri. Apakah kamu sedang stres? Atau ada penyebab lain yang mengakibatkan munculnya 5 hal tersebut? Jika benar stres adalah penyebabnya, kamu harus mencari tahu akar stres yang kamu alami, dan segera mencari cara untuk melepaskan stres tersebut. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk stress release.
Menulis
Lembar kosong menjadi teman setia ketika kita ingin menumpahkan banyak hal yang memenuhi ruang di kepala kita. Biarkan tangan kita menggoreskan coretan-coretan kata dengan leluasa, tanpa harus memikirkan jenis tulisan apa yang akan terbentuk. Tuliskan saja apa yang ingin ditumpahkan. Diskusi dengan diri sendiri, rengekan, keluhan, curahan hati untuk Tuhan, amarah terghadap sesuatu, rasa rindu, kecewa atau apapun itu. Selain dapat meluapkan emosi, menulis juga dapat membantu kita untuk belajar dari masalah yang pernah singgah. Jika suatu saat kita baca kembali tulisan tersebut, ia akan mengajarkan banyak hal untuk kita bisa bertindak dan bersikap lebih baik. Untuk diriku pribadi, menulis adalah penadah isi kepala yang paling pengertian. Setelah menulis, kepala dan hatiku merasa sangat lega. Seolah-olah baru saja bertemu dengan dunia yang mengiyakan semua perkataanku. Cobain deh! SERU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar